Berbicara mengenai hal yang satu ini pasti tidak akan pernah
dan tidak mungkin ada habisnya, bayangkan saja mulai balita, anak-anak, remaja,
orang dewasa, para orang tua, lansia, hingga waria, pasti pernah membahasnya,
merasakannya, hingga terjun langsung—mengaku-ngaku—sebagai spesialis, ahli, mahir mengenai persoalan ini.
Satu kata, satu rasa, satu persoalan, namun menyimpan begitu banyak kata-kata, rasa-rasa, bahkan masalah-masalah.
Satu kata, satu rasa, satu persoalan, namun menyimpan begitu banyak kata-kata, rasa-rasa, bahkan masalah-masalah.
Begitu banyak
yang mengenalnya, tapi tidak sedikit pula yang menanggapinya (mempresepsikanya).
Ada yang menyebutnya sebagai: anugrah tuhan, amatir surya, kopisusu, dll. –tentunya
ini tanggapan yang positif, bisa dikatakan teruntuk orang-orang yang sedang
bercinta-ria. Namun ada pula yang menanggapi sebaliknya, semisal; itu celethong,
bunuh diri, itu hanya tipuan dunia, dll –pasti saja ini tanggapan yang
negatip, bisa dibilang teruntuk orang-orang yang sedang bergalau-ria.
Hanya dengan membahas satu masalah ini saja, mungkin tidak cukup setahun kita mampu untuk selesai membahasnya, tapi yang jelas kita perlu mengetahui bahwa kita terlahir di dunia ini tidak lain dan tidak bukan karena dia. Karena cinta.
Hanya dengan membahas satu masalah ini saja, mungkin tidak cukup setahun kita mampu untuk selesai membahasnya, tapi yang jelas kita perlu mengetahui bahwa kita terlahir di dunia ini tidak lain dan tidak bukan karena dia. Karena cinta.
pi'un
Mungkin saja aku yang ada dalam tulisan itu.
BalasHapus